Dilantik, IMI Kota Kediri Fokus Cetak Atlet dan Jadi Wadah Positif Komunitas Motor

Kediri — Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengcab Kota Kediri periode 2026-2028 resmi dilantik pada Sabtu (12/9). Kehadiran kepengurusan baru ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi muda Kota Kediri untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang otomotif secara positif dan aman.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, bidang otomotif memiliki potensi besar untuk dikembangkan, tidak hanya sebagai sarana menyalurkan hobi, tetapi juga pembinaan prestasi, kreativitas, hingga penggerak ekonomi.

“IMI ini bukan sekadar wadah orang untuk menyalurkan hobi, tetapi IMI ini harus bisa menjadi wadah pembinaan prestasi, kemudian pengembangan kreativitas bagi generasi muda, penggerak ekonomi sekaligus bisa menjadi wadah promosinya Kota Kediri,” ujarnya.

Menurutnya, banyak generasi muda yang memiliki bakat dan minat di bidang otomotif, namun belum memiliki wadah yang tepat untuk menyalurkannya. Karena itu, keberadaan IMI diharapkan dapat merangkul mereka dan mengarahkan kegemarannya menjadi kegiatan yang menghasilkan prestasi.

Vinanda juga menyinggung fenomena kegiatan yang dikenal masyarakat dengan istilah “Rabu Gaul” dan “Jumat Gaul”. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat diarahkan ke aktivitas otomotif yang lebih positif apabila tersedia fasilitas dan pembinaan yang memadai.

“Saya berharap ini bisa menjadi fasilitas bagi anak-anak, agar supaya anak-anak paham bagaimana bisa menyalurkan hobinya, sehingga hobinya nanti bisa melahirkan prestasi,” katanya.

Ia menegaskan, pengembangan dunia otomotif harus berjalan beriringan dengan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Jangan sampai kegemaran terhadap otomotif justru membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

“Semangat otomotif ini harus sejalan dengan keselamatan sekaligus ketertiban dalam berlalu lintas. Jangan sampai semangat otomotif nantinya justru malah disalurkan atau membahayakan pengguna jalan lain sekaligus membahayakan diri sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IMI Pengcab Kota Kediri periode 2026-2028 Dr. Edy Herwiyanto mengatakan, amanah sebagai pengurus akan dijalankan dengan niat ibadah dan penuh keikhlasan.

Ia menyebut IMI bukan organisasi profit, melainkan bagian dari organisasi sosial kemasyarakatan. Karena itu, salah satu fokus kepengurusan ke depan adalah menyiapkan atlet-atlet otomotif yang mampu membawa nama baik Kota Kediri hingga tingkat Jawa Timur, nasional, bahkan internasional.

Selain pembinaan atlet, Edy juga menyoroti banyaknya komunitas otomotif roda dua dan roda empat di Kota Kediri. Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola dengan baik agar mampu melahirkan inovasi, prestasi, sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah.

Edy juga berharap seluruh komunitas otomotif dapat bersatu tanpa ada pihak yang diistimewakan. Ia mendorong Pemerintah Kota Kediri turut hadir sebagai fasilitator dengan menyediakan ruang dan sarana prasarana bagi kegiatan otomotif.

“Harapan saya, tolong disediakan sarana-prasarana olahraga, salah satunya adalah yang berkaitan dengan kegiatan drag itu,” ujarnya.

Menurut Edy, penyediaan fasilitas tersebut juga penting untuk mencegah aktivitas balap liar. Ia mengajak seluruh komunitas otomotif membantu kepolisian mengedukasi anak-anak muda agar tidak melakukan balap liar di jalan raya.

“Sehingga harapannya di Kediri tidak ada lagi balap liar,” katanya.

Edy menambahkan, dengan tersedianya fasilitas khusus, para penggemar otomotif dapat menyalurkan hobi mereka di tempat yang aman sekaligus mengembangkan prestasi.

Ketua IMI Jawa Timur Bambang Hari Wibowo menyampaikan, pelantikan pengurus IMI Kota Kediri menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet dan komunitas otomotif di Kota Kediri.

Ia menyebut potensi pembalap asal Kota Kediri cukup besar. Bahkan, terdapat pembalap asal Kediri yang telah mewakili Jawa Timur dalam ajang PON.

“Dengan adanya IMI Kota Kediri, saya kira akan lebih banyak lagi para pembalap binaan dari IMI Kediri,” pungkasnya.kin/mg

Related posts

Leave a Comment